Tips Menggunakan Google

5 01 2009

Contoh penggunaan standar:

  • katakunci1 katakunci2”

Tanda double apostrof (“”) di sini berguna untuk mencari situs yang memuat katakunci1 dan katakunci2 sebagai prosa dari dua susunan kata yang tak terpisahkan.

  • katakunci1+katakunci2

Tanda (+) berfungsi untuk mencari situs yang memuat katakunci1 dan katakunci2 namun dengan letak yang terpisah. (berbeda dengan penggunaan “” yang kedua kata kuncinya bergabung)

  • katakunci1-katakunci2

Tanda (-) berfungsi untuk mencari situs yang memuat katakunci1 namun tidak memuat katakunci2.

Penambahan Keyword lainnya:

  • ext: atau filetypes:

Mencari tipe file tertentu,

contoh ext:doc, untuk mencari file berekstensi .doc

  • related:

Mencari situs yang serupa,

contoh related:ilmu-komputer.com, akan menemukan situs yang berhubungan dengan ilmu-komputer.com

  • site:

menampilkan sub-site/cabang dari sebuah situs yang memiliki keyword tertentu,

contoh site:id.wikipedia.org kamus

  • allinurl:

Memperhatikan istilah pencarian dalam URL,

contoh allinurl:monyet maka akan muncul situs yang memuat monyet pada content situsnya.

  • allintitle:

Mencari kata pada judul situs,

contoh allintitle:gosip, akan menampilkan situs yang memiliki judul gosip

  • define:

Menampilkan penjelasan mengenai suatu istilah,

contoh define:senyawa, maka akan muncul definisi-definisi dari senyawa.

  • link:

Memeriksa situs yang memiliki link ke suatu situs yang lain,

contoh link:wikipedia.org, maka akan muncul situs yang memiliki link ke wikipedia.org

  • movie:

Menampilkan info film.

contoh “movie:kunfu panda”, akan menampilkan info mengenai film kungfu panda.

  • daterange:

Menampilkan website yang diindeks dalam waktu tertentu.

contoh daterange:(1990-02-08)(2000-02-08)

Beberapa contoh kombinasi untuk tujuan tertentu:

  • mencari proxy di internet :

“:8080″ +”:3128″ +”:80″ +”:1080″ filetype:txt | html | php | asp

  • mencari artikel di situs, misal rapidshare.com

pdf “rapidshare.de/files” site:rapidshare.com

  • mencari suatu program di rapidshare

“nama program” +inurl:exe|rar|zip site:rapidshare.com

Yang lainnya silahkan kembangkan sendiri :p

Terima kasih, Semoga bermanfaat,





Setting Samba untuk Share file dengan Mudah di Ubuntu

5 01 2009

Ketika berpindah dari Windows XP ke Linux Ubuntu, saya sempat sedikit kesusahan untuk men-share file lewat jaringan di Lab saya. Berbeda dengan XP/Vista yang bisa men-share file dengan hanya cukup klik kanan>share saja, Samba sedikit lebih rumit, tapi di sini saya akan menjelaskannya serinci mungkin konfigurasi Samba di Linux Ubuntu. Apakah itu Samba?

Pertama-tama pasang dulu Sambanya (jika belum terpasang, bila Anda menggunakan Ubuntu 8.10 Intrepid, Samba sudah terinstall dan siap digunakan):

$ sudo apt-get install samba

Cara Linuxers (via command line)

Edit konfigurasi utama dari samba:

$ sudo nano /etc/samba/smb.conf

Pada bagian: ### Authentication ###

security = user menjadi security = share (sesuai dengan judul, . . untuk Share . . )

Jangan lupa cabut pagernya “#”.

Hapus pagar # pada baris guest account = nobody.

Buat profil sambanya dengan cara ketikkan baris berikut:

writable = yes # bila ingin read-only, ganti menjadi no

path = /folder_yang_hendak_dishare

public = yes

guest ok = yes # user guest bisa menggunakan share ini.

guest only = yes # hanya user guest bisa menggunakan share ini.

guest account = nobody # guest adalah semua user yang tidak terdaftar pada sistem

browsable = yes

Simpan filenya, lalu restart Samba daemon:

$ sudo /etc/init.d/samba restart

Maka Anda bisa menggunakan Samba dengan mudah (tanpa user/password).

Cara Windowsers (via GUI) :p

Pada Ubuntu 8.10 Intrepid, Samba telah tersedia lengkap dengan aplikasi GUI-nya. Berikut cara membuat Share yang bisa diakses oleh siapa saja:

Buka System>Administration>Samba untuk membuka Samba GUI, atau Alt+F2 dan “ketikkan gksu system-config-samba” tanpa tanda petik.

Masukkan password user Anda, maka akan muncul seperti ini:

Tekan “Add Share” untuk menambahkan share

Pada tab “Basic”, browse direktori yang hendak dishare, berinama/deskripsi lalu ceklis “Writable” (uncek bila ingin read-only) dan ceklis “Visible” agar share dapat terlihat di jaringan

Pada tab “Access”, pilih “Allow access to everyone” agar semua user dapat mengaksesnya tanpa password

Tekan OK dan keluar dari Samba GUI.

Selamat Mencoba,





Cara Memasang GfxBoot sebagai Pengganti GRUB

5 01 2009

Gfxboot adalah boot loader (seperti GRUB) yang memiliki tampilan yang lebih menarik. Gfxboot dikembangkan Novell sebagai boot loader bawaan SUSE. Info lebih mengenai Gfxboot

Pada tutorial ini kita akan mengganti GRUB pada MBR HD kita menjadi Gfxboot. Pada kasus ini, saya menggunakan Ubuntu. Namun hal yang sama dapat diterapkan pula untuk distro lain debian dengan GRUB sebagai boot loader.

Perhatian!! Backup dahulu MBR HD Anda untuk mencegah apabila ada kesalahan pada saat instalasi, saya tidak bertanggung jawab bila terjadi kesalahan. Apabila GRUB Anda hilang, Anda dapat merecovernya dengan cara, di sini

Langkah – langkah instalasi (Sudah di coba di Ubuntu 8.04 Hardy Heron) :

Download the grub-gfxboot.deb dan message.suse sebagai temanya.

Lepas paket GRUB yang sudah terpasang sehingga kita dapat menginstal grub-gfxboot.

$ sudo apt-get remove grub

Pasang gfxboot-grub yang sudah kita download tadi.

$ sudo dpkg -i grub-gfxboot_0.97-5_i386.deb

Tidak lupa, copy tema Gfxbootnya

$ sudo cp message.suse /boot/grub/

Lalu edit file menu.lst

$ sudo cp /boot/grub/menu.lst /boot/grub/menu.lst_backup # untuk membackup file menu/lst yang lama.

$ sudo gedit /boot/grub/menu.lst

Masukkan baris ini, letakkan di baris paling atas:

gfxmenu /boot/grub/message.suse

Reinstal boot loader pada HD.

$ sudo fdisk -l

untuk memeriksa di HD mana grub terinstall, misal outputnya:

Disk /dev/sda: 80.0 GB, 80026361856 bytes

255 heads, 63 sectors/track, 9729 cylinders

Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes

Disk identifier: 0×77087708

Device Boot Start End Blocks Id System

/dev/sda1 * 1 892 7164958+ 7 HPFS/NTFS

/dev/sda2 1318 9729 67569390 f W95 Ext’d (LBA)

/dev/sda5 1318 2589 10217307+ 7 HPFS/NTFS

/dev/sda6 2590 2601 96358+ 82 Linux swap / Solaris

/dev/sda7 3575 5813 17984736 7 HPFS/NTFS

/dev/sda8 5814 7772 15735636 7 HPFS/NTFS

/dev/sda9 7773 8878 8883913+ b W95 FAT32

/dev/sda10 8879 9729 6835626 83 Linux

Dari output tsb, berarti Ubuntu terinstal di partisi ke-9 (=/dev/sda10) maka secara otomatis GRUB berada pada /dev/sda.

Install GRUB yang sudah menjadi gfx-grub

$ sudo grub-install /dev/sda

reboot,

Kalo mau ganti/edit gfxnya sendiri, berikut cara singkatnya:

$ cpio -i < /boot/grub/message.suse #tema gfx yang tadi dipakai

Setelah terekstrak, lakukan pengeditan, lalu buat tema baru

$ sudo ls . |cpio -o > /boot/grub/message_yang_baru

Jangan lupa ganti dahulu baris di menu.lst dengan tema yang hendak dipakai,

Terima Kasih, Selamat Mencoba!!