Tags

, ,


T

ahun baru adalah tahun yang menggantikan tahun yang lama (yaaiyaa lahh . . ). Perayaan tahun baru biasanya disambut dengan peniupan terompet bareng-bareng, (sampe sekarang belum tahu, kenapa kalo yang ditiup terompet? Ga suling aja geto? :P). Banyak anak muda yang berkeliaran di malam tahun baru, mereka ada yang keluar beramai-ramai dengan cara berbonceng-boncengan naik motor, ada juga naik mobil sayur (mw dagang jang?? :p).

Mereka ada yang naik “motor sampah” (knalpot dicabut tanpa lampu), lalu membuat keributan dengan motornya, atau bahkan membuat “keributan” dengan pengendara lain. Mereka banyak yang mabuk-mabukan sehingga tingkah lakunya aneh dan seringkali menimbulkan kekacauan. Hal-hal tersebutlah yang membuat saya tidak suka merayakan malam tahun baru di luar rumah, melainkan hanya diam di rumah menonton TV sambil makan makanan ringan (kalo ada itu juga . .).

Namun pada malam tahun baru kali ini sedikit berbeda. Minggu-minggu akhir tahun kali ini, saya memiliki hasrat belanja yang berlebih dibanding biasanya (agak lebay sehhh . .). Sehingga pada pagi hari tanggal 31 Desember, saya berencana untuk bermain ke rumah teman lama, untuk mengajak dia membeli beberapa sandang (selagi ada uang hasil magang, he he he). Namun tiba-tiba saya teringat, bahwa saya belum membalas e-mail yang cukup penting bagi saya.

Pagi menjelang siang, sayapun tiba di kampus tercinta untuk ngenet. Saya pun segera mengirim e-mail dan tidak lupa meng-update Ubuntu Intrepid saya. Setelah bosan ngenet, perut pun bunyi-bunyi (wakwaw . . ). Saya dan teman (sesama tukang ngenet) segera makan siang di belakang kampus. Seusai makan siang, saya teringat rencana hari ini, saya pun segera bergegas ke rumah teman lama saya, letak rumahnya agak jauh. Begitu di jalan, ternyata gejala-gejala (keq makan obat aja :p) tahun baru sudah terlihat, banyak sekali penjual terompet. (kenapa ga jual saxophone aja ya skalian . .-_-“ ). Singkat cerita, sampailah di rumah teman. Setibanya di sana, saya pun tertidur (maklum baru makan uda cape macet-macetan di Bandung yang sekarang jadi panas ini), sedangkan teman asyik aja main game Max Payne 2 (uda tamat, tetep ja dimainin berulang-ulang ckckck).

Akhirnya sore hari pun tiba, Bandung yang tadinya panas, berubah teduh. (wah cuco’ banget neh buat jalan-jalan). Saya dan teman pun mulai mencari yang belum ketemu (wew . .) di pusat perbelanjaan. Mulai dari toko-toko di sekitar Kebun Kelapa, Dewi Sartika, Alun-Alun, dari ITC, Kings, Yogya, Dalem Kaum, Plaza Parahyangan kami kunjungi untuk mencari pakaian selera kami masing-masing, namun belum ketemu juga, padahal hari mulai gelap.

Tiba-tiba terpikirkan untuk ke BIP dan sekitarnya. Kamipun berjalan kaki (capee dehhh, g papa olah raga kale-kale). Lagi-lagi sesampainya di BIP dan FO, kami tetap nihil (wew lage . . ). Kamipun meneruskan jalan-jalan (ga jelas -_-“) kami ke Ciwalk. Di Ciwalk kami bertemu senior kampus sedang pacaran dengan enengnya (heuu . .Bandung emang sempit yah, ktemu org itw lagi itw lage . . ).

Kamipun putus asa dan memutuskan untuk pulang (lho? Belanjanya begimana?). Karena lapar dan haus, kami pun singgah (uda keq raja aja, singgah . . ) dulu di Circle K untuk beli makanan dan minuman. Setelah itu, kami pulang (jalan kaki lage, ampe kaki getar-getar) dengan tangan kosong. Akhirnya kamipun membeli pakaian seadanya (aga-aga kurang cocok geto . .tapi ta apalah).

Di sekitar Alun-Alun ramai sekali, ada yang meniup terompet, ada juga yang menggunakan bando yang bisa kedip-kedip. Banyak sekali pawai-pawai motor yang terlihat agak rusuh. Aparat polisi yang dibantu dengan ade-ade SMA yang berseragam Pramuka (waw kk, cwe pramukanya bening-bening lho, mau dung diamanin ma mereka . . wkwkwk).

Begitu sampai di rumah teman, ada jagung bakar (waw . . ), tapi karena ga selera (gara-gara g dapet smwa yg dicari), jagungnya dibungkus (dasar . . ). Karena malam sudah larut, saya memutuskan untuk pulang, namun teman saya tiba-tiba ingin meng-copy Madagaskar 2, Transporter 3 melalui DVD.

Akhirnya saya pun pulang pada jam 10.30 malam. Mulai dari Pagarsih sampai Batas Kota, tidak ada gejala kemacetan. Tapi ternyata, dari Cibeureum hingga Kebon Kopi macet total !! Beribu-ribu (lebay lagi ) motor berdesakan di jalan, angkot dan mobil-mobil berhenti total. Karena saya kira pemborosan, saya pun maju dengan mendorong motor saya, semester demi semester. Jarak kemacetan tidak begitu jauh, namun karena macet total, motor hanya bisa maju sedikit-sedikit, sedangkan mobil tidak sama sekali (kcian bgt yg pke mobil . .). Kemacetan begitu lama, panas, berisik dan sangat tidak menyenangkan. Detik-detik malam pergantian tahun baru pun kami rayakan di jalan dengan bermacet-macetan. Bunyi terompet, klakson dan gas dari motor-motor begitu memekakkan telinga.

Setelah menunggu lama, akhirnya saya keluar dari kemacetan, dari pertigaan Kebon Kopi hingga sampai rumah tidak ada kemacetan sama sekali, “Huhh syukurlah”. Begitu tiba di rumah, ternyata keluarga saya juga sedang merayakan tahun baru dengan makan-makan seadanya sambil menonton TV.

Namun karena capek, setelah cuci muka, makan dan cuci kaki, sayapun langsung tidur deh. . .

Kesimpulan/Pelajaran yang diperoleh:

  • Tahun Baru, ga usah neko-neko, ga usah mabuk-mabukan, motor-motoran ga jelas atau pawai-pawaian, kan nanti bisa macet :p atau bahkan mate (hii serem . .).

  • Tahun Baru mendingan di rumah aja ma keluarga, asal makanan ma hiburan banyak, itu udah cukup, aman dan nyaman lagi

  • Tahun Baru itu ga penting-penting amat, yang penting semangat kita yang baru . . bener ga?? :p

Akhir kata, Selamat Tahun Baru 2009 . .

Semoga harapan kita yang belum tercapai di 2008, dapat tercapai di 2009

Amien . .