Tags

, , , , , ,


openSUSE logo

openSUSE logo

Sebelum mengikuti “openSUSE 11.1 dan KDE 4.2 Release Party” yang diselenggarakan di Bandung pada tanggal 1 Februari 2009. Saya sangat ambisius untuk memasang openSUSE 11.1 dengan KDE4.2 sebagai windows managernya di laptop kesayanganku (Acer Asire 4520) dengan Ubuntu 8.04 yang sudah terpasang sebelumnya.

Singkat cerita, dengan susah payah akhirnya openSUSE 11.1 sudah terinstall di laptopku. Setelah menimbang-nimbang dan membandingkan dari berbagai sisi (lebayyyy . . .), berikut adalah perbandingan openSUSE 11.1 dibanding Ubuntu 8.04, menurut atau di pandangan mata newbie seperti saya:

Kelebihan openSUSE 11.1 dibanding Ubuntu 8.04 :

– Tampilan lebih cantik, disertai grub-gfxboot, LiveCD yang menawan, openSUSE branding yang menawan, apalagi bila disertai KDE4.2

– Support hardware sedikit lebih baik, yang perlu diinstall hanyalah vga (nVidia) saja

– Pengaturan sistem yang terintegrasi, semua setting dapat diatur dengan YaST (yet another setting tool)

– Lebih user friendly dengan adanya GUI yang lebih baik.

Kekurangan openSUSE 11.1 dibanding Ubuntu 8.04 :

– Kurangnya dukungan aplikasi melalui terminal, di openSUSE terminal bisa dibilang  “useless”

– Repo di kambing belum sepenuhnya lengkap

– Masalah terbesar bagi saya, setting proxy server yang buruk di openSUSE (BUG)

– Aplikasi-aplikasinya tidak terlalu saya sukai

– Setting Compiz sulit (si penulisnya g ngerti :p)

Alhasil, saya tetap mencintai Ubuntu 8.04 meskipun BUG di masalah sleep/hibernating . . .

he he he, openSUSEnya bkal dibuang bentar lagi, bye bye a green lizard . .

CMIWW